Asman.ac.id – Dukungan terhadap transformasi pertanian di Indonesia datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo. Dalam pernyataannya pada Sabtu di Jakarta, ia mengapresiasi inisiatif Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang bertujuan memperkuat kedaulatan dan kemandirian pangan melalui hilirisasi produk pertanian. Soesatyo menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar konsep, melainkan strategi konkret yang telah menciptakan hingga delapan juta lapangan kerja baru.
Menurut Bambang, hilirisasi ini sangat relevan di tengah krisis pengangguran dan dampak bencana ekologis yang melanda wilayah Sumatera, di mana sekitar 3,3 juta jiwa terdampak. Di saat ekonomi nasional tertekan, dengan pengangguran mencapai 7,28 juta orang saat ini, dia melihat inisiatif Kementerian Pertanian sebagai solusi yang diperlukan. Kementerian di bawah kepemimpinan Amran dinilai mampu memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.
Soesatyo juga menyoroti strategi investasi sektor pertanian yang dianggarkan senilai Rp371 triliun, berfokus pada 14 komoditas strategis seperti kelapa sawit, kopi, dan kakao. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah namun juga menyerap lebih dari 8,6 juta tenaga kerja. Dalam konteks ini, Menteri Amran berpendapat bahwa hilirisasi merupakan langkah esensial untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan menghentikan pengiriman kekayaan alam dalam bentuk mentah.
Melihat proyeksi ke tahun mendatang, Soesatyo berharap adanya sinergi yang lebih kuat antar kementerian untuk menciptakan peluang kerja serta melindungi pasar domestik dari produk impor ilegal. Harapannya ini sejalan dengan visi besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang berakar pada Pasal 33 UUD 1945.