Asman.ac.id – Perayaan Natal sering dijadikan momen yang dinanti oleh banyak orang, penuh dengan kehangatan keluarga dan kegembiraan. Namun, tidak sedikit juga yang memilih untuk menghindari perayaan tersebut, dengan berbagai alasan yang berakar dari pengalaman pribadi atau psikologis. Mereka yang merasa tertekan oleh ekspektasi sosial, ketidaknyamanan di keramaian, atau faktor ekonomi menjadi salah satu kelompok yang menjauh dari perayaan ini.
Sejumlah publik figur, baik dari dunia musik maupun perfilman, mengungkapkan ketidaksukaan mereka terhadap momen Natal. Penyanyi Miley Cyrus misalnya, menyatakan bahwa meskipun dikelilingi keluarga, ia merasa kesepian saat Natal. Dalam lagunya “My Sad Christmas Song,” ia menggambarkan suasana Natal yang tidak selalu bahagia, bahkan sering berujung perdebatan dalam pertemuan keluarga. Selain itu, aktris Marion Cotillard mengaku tidak merasakan semangat Natal sejak kecil. Ia pernah bertengkar dengan ibunya karena menolak mendapatkan hadiah, menegaskan pandangannya yang berbeda tentang perayaan tersebut.
Di sisi lain, mantan anggota band Oasis, Noel Gallagher, sangat membenci Natal. Ia menyatakan bahwa perayaan itu terasa membosankan dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan keripik daripada mengikuti tradisi. Sementara itu, vokalis Black Sabbath, Ozzy Osbourne, pernah mengungkapkan kebenciannya terhadap budaya konsumerisme yang muncul saat Natal. Untuk menghindari momen tersebut, ia pernah minum alkohol dalam jumlah banyak untuk menghilangkan stres.
Fenomena ini menggambarkan kompleksitas emosi yang dialami banyak orang saat perayaan Natal, menunjukkan bahwa tidak semua orang mengalami momen tersebut dengan cara yang sama.