Asman.ac.id – Amerika Serikat mengambil langkah dramatis dengan mengoperasikan pesawat komando darurat yang dikenal sebagai “pesawat kiamat” saat situasi ketegangan meningkat dengan Rusia. Pada Selasa malam waktu setempat, pesawat Boeing E-4B Nightwatch meluncur dari Omaha, Nebraska, menuju Camp Springs, Maryland, di dekat Washington D.C. Langkah ini terjadi setelah pasukan AS menyita kapal tanker minyak Rusia yang dinyatakan terhubung dengan Venezuela.
Operasi ini memicu kekhawatiran bahwa ketegangan antara kedua negara mungkin mengarah pada konfrontasi militer yang lebih luas. Pesawat E-4B, yang dirancang untuk bertahan dari serangan nuklir, berfungsi sebagai pusat komando terbang bagi para pejabat tinggi selama keadaan krisis. Penerbangan ini berlangsung hampir tiga jam dan dilacak oleh situs penerbangan Flightradar24.
Meskipun sudah menjadi praktik rutin untuk mengoperasikan pesawat ini, kehadirannya pada saat ini menjadi tanda potensi peningkatan kesiapan nasional. Pejabat pemerintah belum mengkonfirmasi tujuan spesifik penerbangan tersebut, apakah sebagai latihan atau langkah darurat.
Sementara itu, perhatian Rusia terfokus pada penyitaan kapal tanker Marinera, yang diakui membawa bendera Rusia. Aleksey Zhuravlyov, wakil kepala pertama komite pertahanan Duma Negara Rusia, mengusulkan tindakan balasan yang dapat mencakup tenggelamnya kapal-kapal AS, bahkan mengadvokasi penggunaan senjata nuklir sebagai respons seturut doktrin militer Rusia.
Kondisi ini menunjukkan tingginya ketegangan antara kedua kekuatan besar, dengan potensi eskalasi yang dapat memicu konflik besar. Kejadian ini menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk meredakan situasi yang semakin tegang antara AS dan Rusia.