Asman.ac.id – Oleksandr Usyk, juara dunia kelas berat yang tak terbantahkan, mengungkapkan alasan di balik keinginannya untuk bertarung melawan mantan pemegang sabuk WBC, Deontay Wilder. Meski berada di akhir karier profesional, petinju asal Ukraina ini menegaskan bahwa ia tetap memiliki target besar di atas ring.
Usyk terakhir bertanding pada Juli lalu dan berhasil mengalahkan Daniel Dubois di ronde kelima dalam duel yang berlangsung di Stadion Wembley. Kemenangan tersebut menjadikannya petinju pertama dalam era empat sabuk yang meraih gelar juara dunia kelas berat tak terbantahkan untuk kedua kalinya. Meski muncul spekulasi mengenai pensiun, Usyk memastikan akan bertarung lagi dua hingga tiga kali.
Dalam wawancara terbaru, Usyk mencatatkan dua alasan utama yang mendorongnya ingin melawan Wilder. Pertama, ia ingin bertinju di Amerika Serikat. Kedua, Wilder merupakan salah satu petinju yang telah berada di level tertinggi selama satu dekade terakhir. Usyk menegaskan bahwa ini berkaitan dengan pentingnya olahraga.
Petinju berusia 36 tahun itu telah berhadapan dengan dua dari tiga nama besar yang mendominasi kelas berat saat ini: Anthony Joshua dan Tyson Fury. Hanya Wilder yang belum ia kalahkan. Meski Wilder baru saja meraih kemenangan TKO atas Tyrrell Herndon setelah dua kekalahan berturut-turut, performanya dianggap belum sepenuhnya memuaskan. Namun, rekam jejak Wilder sebagai salah satu ikon kelas berat tetap memberikan nilai penting bagi Usyk.
Sejak naik ke kelas berat pada 2019, Usyk telah mencatatkan kemenangan signifikan atas nama-nama elite, dan menambahkan Wilder ke rekornya diyakini akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik dalam generasinya, serta menyelesaikan kariernya dengan cara yang bersejarah.