Ilmuwan Tiongkok Laksanakan Misi Ambisius Teliti Antimateri

[original_title]

Asman.ac.id – Tim internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Universitas Sun Yat-sen dan Institut Fisika Modern dari Chinese Academy of Sciences telah meluncurkan eksperimen ambisius bernama MACE (Muonium-to-Antimuonium Conversion Experiment) untuk mendeteksi perubahan muonium menjadi antimuonium. Eksperimen ini bertujuan menangkap momen langka saat sistem muonium, yang terdiri dari muon positif dan elektron, berubah menjadi antimuonium.

Jika eksperimen ini berhasil, maka konsep lepton flavor conservation dalam fisika partikel akan terbantahkan, memberikan bukti tentang fenomena di luar Model Standar yang ada. Obyektivitas eksperimen MACE mewakili lompatan signifikan dibandingkan usaha sebelumnya yang dilakukan pada tahun 1999 di Paul Scherrer Institute, Swiss, dengan meningkatkan sensitivitas deteksi lebih dari seratus kali lipat.

Untuk mencapai presisi tinggi ini, tim mengaplikasikan teknologi terkini, termasuk berkas muon yang kuat, target aerogel silika, serta detektor mutakhir untuk mengisolasi sinyal dari latar belakang yang kompleks. Pernyataan tim peneliti menegaskan, “Desain kami mengintegrasikan berbagai teknologi untuk MACE, menjadikannya salah satu eksperimen energi rendah paling sensitif yang mencari pelanggaran rasa lepton.”

Keberhasilan MACE akan membuka peluang bagi penelitian di skala energi antara 10 hingga 100 TeV, yang dapat melampaui ekspektasi dari akselerator partikel besar di masa depan. Selain itu, teknologi yang digunakan dalam eksperimen ini berpotensi applicable dalam bidang ilmu material dan penelitian medis.

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif ilmiah besar di Huizhou, China, yang tidak hanya mendukung posisi Tiongkok dalam fisika nuklir presisi, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi global dalam mendefinisikan ulang pemahaman kita tentang materi dan alam semesta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *