Asman.ac.id – Rusia dilaporkan meningkatkan kerja sama militer dan intelijen dengan Iran, dalam bentuk penyediaan citra satelit dan teknologi drone. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membantu Iran menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Timur Tengah. Inisiatif ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat akibat perang di Ukraina, di mana Rusia mencari dukungan strategis dari mitra terdekatnya.
Sumber intelijen menyebutkan bahwa Rusia telah menyediakan komponen drone Shahed yang dimodifikasi untuk Iran. Komponen ini bertujuan meningkatkan komunikasi, akurasi penargetan, dan navigasi dalam operasi militer Iran. Selain itu, Rusia juga memberikan pelatihan taktis berdasarkan pengalaman mereka di Ukraina.
Sejumlah analis menyatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran kini mirip dengan taktik Rusia, dengan fokus pada penghancuran sistem radar dan pusat komando. Data intelijen yang dibagikan Rusia membantu Iran dalam merencanakan serangan terhadap sistem radar AS di kawasan Teluk, termasuk lokasi-lokasi strategis di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Menanggapi perkembangan ini, Gedung Putih menegaskan bahwa walaupun Iran mendapatkan dukungan intelijen dari Rusia, militer AS tetap memiliki keunggulan operasional. Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan banyak aset angkatan laut Iran, yang mengurangi kemampuan serangan mereka.
Komitmen Rusia untuk mendukung Iran didorong oleh beberapa faktor, termasuk pengalihan sumber daya AS yang berpotensi melemahkan kemampuan Ukraina dan konsekuensi harga minyak global akibat ketegangan di kawasan tersebut. Meskipun tanpa aliansi militer formal, kedekatan antara Rusia dan Iran semakin jelas sejak invasi Moskow ke Ukraina, dengan Iran telah memasok drone ke Rusia dan menerima teknologi sebagai imbalan.