Asman.ac.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, mengingatkan Iran untuk menghentikan serangan-serangan yang telah terjadi dan mempertimbangkan opsi nonpolitik. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi wawancara setelah pertemuan diplomatik di Riyadh. Pangeran Faisal menegaskan bahwa perlunya Iran untuk menghentikan agresi dan memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka yang dapat berbalik menjadi bumerang, baik secara politik maupun moral.
Dalam dua minggu terakhir, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) telah lama menyerukan de-eskalasi dan dialog. Mereka berusaha menegaskan bahwa konflik ini bukanlah peperangan yang harus mereka hadapi, mengedepankan sikap defensif ketimbang ofensif. Pangeran Faisal menilai bahwa tindakan Iran yang berkelanjutan dapat menyebabkan kerugian bagi kestabilan di kawasan, terutama dengan serangan yang diluncurkan terhadap Riyadh dan kompleks industri Ras Laffan di Qatar.
Pertemuan ini merupakan upaya berkelanjutan dari Arab Saudi untuk menjalin komunikasi dan memperkuat kerjasama dengan negara-negara lain dalam rangka meredakan ketegangan. Menurut Pangeran Faisal, penting bagi Iran untuk menyadari bahwa langkah-langkah politik tidak hanya tersedia tetapi juga sangat dibutuhkan guna menghindari ketidakpastian yang lebih lanjut di kawasan. Keprihatinan atas keamanan dan stabilitas negara-negara Arab dan Islam menjadi semakin mendesak, terutama di tengah serangan yang terus menerus dari Iran.
Dalam konteks ini, Arab Saudi menekankan pentingnya dialog dan kerja sama regional sebagai langkah untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi perdamaian dan stabilitas.