Trump: Kuba Jadi Target Selanjutnya Setelah Venezuela dan Iran

[original_title]

Asman.ac.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Kuba akan menjadi target kebijakan luar negeri AS yang berikutnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump dalam konferensi Future Investment Initiative yang berlangsung di Miami, Florida, pada Jumat (27/3) lalu. Ia menyatakan, “Omong-omong, Kuba akan menjadi yang berikutnya, tetapi, anggap saja saya tidak mengatakan itu.” Pernyataan ini muncul setelah serangkaian tindakan militer AS terhadap Venezuela dan Iran, yang menuai banyak perhatian publik.

Spesifikasi lebih lanjut mengenai kebijakan ini belum dijelaskan, namun situasi di Kuba semakin meluas hingga menarik perhatian global. Saat ini, negara yang terkenal dengan produk cerutunya ini tengah menghadapi krisis ekonomi dan energi yang dialami akibat sanksi sepihak yang diterapkan oleh AS selama beberapa dekade. Penilaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa krisis energi di Kuba berpotensi menjerumuskannya ke dalam situasi kemanusiaan yang lebih parah.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pada 3 Januari 2026, AS berhasil melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Kemudian, pada 28 Februari, AS bersama Israel meluncurkan serangan terhadap Iran yang kini masih terus berlangsung.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengancam bahwa pemerintahan Kuba akan “segera runtuh,” meski menyatakan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan konflik di Iran. Pernyataan terbaru ini memperlihatkan bahwa Kuba kini menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan luar negeri Trump. Pemerintah AS juga diharapkan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *