Asman.ac.id – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya keberlanjutan melalui inisiatif yang dinamakan Sustainability Champions. Dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa perusahaan energi terintegrasi ini berkomitmen untuk menciptakan warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Komitmen ini diimplementasikan melalui strategi Pertumbuhan Ganda, yang mencakup optimalisasi bisnis yang ada dan pengembangan usaha rendah karbon. Beberapa langkah konkret yang diambil meliputi pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang ramah lingkungan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi emisi sambil melibatkan partisipasi masyarakat.
Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina, Wenny Ipmawan, menekankan bahwa perusahaan memiliki sepuluh fokus keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Tujuannya adalah membudayakan aspek keberlanjutan secara lebih luas. Dia menambahkan bahwa para Perwira Pertamina yang terlibat akan berfungsi sebagai agen perubahan yang dapat menularkan budaya keberlanjutan baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Arya juga menyoroti pentingnya perilaku bijak dalam penggunaan energi, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan energi dengan bijak demi keberlanjutan masa depan.
Langkah-langkah keberlanjutan ini mendapat apresiasi dari berbagai penggerak ESG. Founder Institute for Sustainability and Agility, Maria R. Nindita, menyebutkan bahwa tantangan dalam sektor energi tidak hanya terletak pada pencarian sumber energi baru, tetapi juga pada cara konsumsinya. Kegiatan Pertamina Sustainability Champions ini dihadiri oleh Perwira Pertamina, komunitas ESG, dan mahasiswa dari Universitas Pertamina.