Houthi Hati-Hati Berperan dalam Konflik Iran, Berbeda dari Hizbullah

[original_title]

Asman.ac.id – Houthi di Yaman menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan dengan Hizbullah dalam konteks peperangan yang melibatkan Iran. Dalam situasi tersebut, Houthi tampak setengah hati untuk terlibat dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah, meskipun mereka telah memberikan peringatan terkait potensi penutupan Selat Bab al-Mandeb.

Menurut Profesor di Institut Thayer Marshall, gerakan Houthi cenderung lebih memilih untuk fokus pada konsolidasi kekuasaan di wilayah yang mereka kuasai di Yaman ketimbang terlibat dalam konflik eksternal. Ia menekankan bahwa meskipun Houthi memiliki kemampuan untuk bertindak, tindakan mereka lebih bersifat simbolis tanpa komitmen yang kuat, berbeda dengan Hizbullah yang berinisiatif secara aktif dalam pertempuran melawan Israel.

Lebih lanjut, tindakan Houthi di Selat Bab al-Mandeb dinilai tidak akan mengarah pada eskalasi besar. Selat tersebut sudah dikenal sebagai wilayah berisiko tinggi dan saat ini sudah dipertimbangkan dalam asuransi komersial. Perusahaan yang mengangkut kargo bernilai tinggi tetap melintasi selat meskipun potensi risiko tetap ada.

Selain itu, pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan bahwa Amerika Serikat terpaksa mencari gencatan senjata dengan Iran setelah mengalami kerugian signifikan dalam konflik di kawasan tersebut. Ia menyoroti bahwa banyak tentara dan peralatan militer AS menderita kerugian besar, yang menunjukkan bahwa pihak agresor kesulitan mengatasi kondisi di lapangan.

Kesimpulannya, pendekatan Houthi yang lebih hati-hati dan terfokus pada stabilitas internal menunjukkan bahwa mereka lebih memilih untuk mempertahankan posisi mereka di Yaman daripada terperangkap dalam konflik yang lebih luas dan kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *