Asman.ac.id – Penjualan Honda di pasar otomotif Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, sehingga perusahaan tersebut terpaksa menutup beberapa diler di berbagai daerah. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis Jumat lalu, penjualan wholesales Honda antara Januari hingga April 2026 mencapai 15.893 unit dengan pangsa pasar hanya 5,5 persen, menjadikannya terlempar dari posisi lima besar merek terlaris di Indonesia.
Selama periode tersebut, Honda berada di posisi keenam di bawah BYD, yang mencatat penjualan 17.098 unit dan meraih pangsa pasar 5,9 persen. Penjualan Honda juga menunjukkan tren menurun yang mencolok setiap bulannya, dari 4.016 unit pada Januari, meningkat menjadi 5.385 unit di Februari, namun terus mengalami penurunan hingga 2.363 unit pada April 2026.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penjualan Honda merosot signifikan dengan selisih 9.443 unit. Pada Januari hingga April 2025, total penjualan mencapai 25.336 unit. Sebaliknya, BYD menunjukkan performa yang meningkat drastis dengan penjualan yang melesat dari 9.214 unit di tahun lalu menjadi 17.098 unit di periode yang sama tahun ini.
Di tengah penurunan yang dialami Honda, Toyota masih memimpin pasar dengan penjualan 86.270 unit dan pangsa pasar 29,8 persen. Dalam posisi kedua terdapat Daihatsu dengan 48.280 unit, sedangkan Mitsubishi Motors dan Suzuki masing-masing mencatat penjualan 24.279 unit dan 24.154 unit. Total penjualan kendaraan di seluruh Indonesia untuk periode Januari hingga April 2026 mencapai 289.787 unit.