Asman.ac.id – Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada Dewan Transisi Selatan (STC) terkait upaya mereka untuk menguasai Provinsi Hadramaut, Yaman. Peringatan tersebut disampaikan oleh Koalisi militer yang dipimpin Saudi pada hari Sabtu, sebagai respons terhadap permintaan Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman (PLC) yang meminta campur tangan untuk melindungi warga sipil di wilayah tersebut.
Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara koalisi, merujuk pada pernyataan Presiden PLC Rashad al-Alimi. Dalam pernyataannya, al-Alimi meminta tindakan segera untuk menghentikan pelanggaran berat yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terkait STC, yang dianggap mengancam keselamatan warga sipil. Permohonan ini juga mencakup penarikan pasukan STC dan penyerahan kamp-kamp kepada Pasukan Perisai Tanah Air, untuk memfasilitasi otoritas lokal dalam menjalankan tugas mereka.
Al-Maliki menekankan bahwa setiap langkah militer yang dilakukan oleh STC akan direspons secara langsung oleh pasukan koalisi. Tindakan ini diharapkan dapat melindungi nyawa warga sipil serta mendukung keberhasilan operasi yang melibatkan Saudi dan Emirat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, menyerukan STC untuk berpartisipasi dalam upaya mediasi yang digagas oleh Saudi dan Emirat. Ia menyerukan kelompok separatis tersebut untuk mundur dari pos-pos mereka di Al-Mahra dan Hadramaut, serta menyerahkan wilayah tersebut secara damai kepada pemerintahan yang sah.
Kondisi di Hadramaut mencerminkan ketegangan yang mempengaruhi stabilitas Yaman, yang masih berjuang menghadapi dampak konflik berkepanjangan. Koalisi berharap semua pihak dapat menahan diri dan berkontribusi dalam meredakan situasi yang semakin memanas.