Site icon asman.ac.id

AS Pertimbangkan Amnesti untuk Pejuang Hamas Setelah Disarmament

[original_title]

Asman.ac.id – Amerika Serikat (AS) saat ini sedang mempertimbangkan pemberian amnesti kepada pejuang Hamas dalam konteks upaya perdamaian yang mereka mediasi, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang pejabat AS. Rencana ini muncul pasca pengambilan jenazah sandera terakhir oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang menandai tahap awal dari upaya untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Sumber menyatakan bahwa pelucutan senjata akan menjadi bagian integral dari kesepakatan dan akan disertai dengan amnesti. Pemberian amnesti diharapkan akan mendukung proses perdamaian dan diharapkan agar program demiliterisasi ini berjalan dengan baik. Perjanjian ini dinilai vital, karena jika Hamas gagal untuk melucuti senjata, maka kesepakatan tersebut bisa dianggap tidak sah.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kerangka kerja yang disusun mantan Presiden AS Donald Trump, yang ditandatangani pada akhir 2025. Dalam kerangka tersebut, pengembalian semua sandera menjadi syarat penting untuk melanjutkan fase lebih lanjut dari proses perdamaian. Setelah pemulangan jenazah, Gedung Putih mengumumkan dimulainya fase kedua yang akan fokus pada rekonstruksi Gaza dan demiliterisasi kawasan tersebut.

Pihak berwenang Israel menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk memastikan stabilitas di kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan. Dengan adanya rencana ini, diharapkan tercipta iklim baru yang dapat mempercepat penyelesaian konflik dan membawa ketenangan bagi warga Gaza yang selama ini terjebak dalam situasi yang sulit. Pemberian amnesti diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif antara semua pihak yang terlibat.

Exit mobile version