Asman.ac.id – Hilirisasi gambir dan sektor pertanian menjadi fokus pembahasan antara Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Pertemuan ini berlangsung di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat peran BUMN dalam pembangunan ekonomi daerah.
Dony Oskaria menyatakan, “Kami akan membawa investor, baik dari BUMN maupun swasta, untuk mengembangkan potensi yang ada.” Dalam konteks ini, penguatan peran BUMN diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah melalui hilirisasi sektor unggulan.
Bersama Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, dan Tedi Bharata, Dony menggelar diskusi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menjajaki potensi kerja sama dan strategi pembangunan yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Arahan dari Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya hilirisasi dalam pertanian, termasuk pengembangan komoditas gambir yang merupakan produk unggulan dari Sumatera Barat. Melalui pengolahan lebih lanjut, diharapkan nilai tambah dari komoditas tersebut dapat meningkat, sehingga membawa kesejahteraan bagi petani daerah.
Dony juga menekankan perlunya kolaborasi yang erat antara BUMN dan pemerintah daerah untuk memastikan keberhasilan hilirisasi, terutama dalam menciptakan akses informasi serta peluang baru dalam sektor pertanian.
Dengan kolaborasi ini, BP BUMN berkomitmen untuk mendukung pengoptimalan potensi ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.