Site icon asman.ac.id

BTN Dukung Kredit Perumahan untuk Pekerja Informal

[original_title]

Asman.ac.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendorong pemanfaatan kredit program perumahan (KPP) untuk segmen pekerja informal. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa KPP diharapkan dapat memberikan akses lebih mudah bagi pekerja informal untuk mendapatkan KPR subsidi dan mendukung usaha mereka. Hal ini disampaikan dalam acara di Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.

BTN berkomitmen untuk memperluas akses kredit melalui kolaborasi dengan pengembang kecil di daerah. Setiyo menambahkan, pihaknya memiliki lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia, yang siap untuk mempersiapkan proyek perumahan dan lahan. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan yang terjangkau dan layak bagi masyarakat.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat bahwa hingga 16 Desember 2026, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor perumahan telah mencapai Rp3,5 triliun. Dari sisi penyediaan, terdapat 892 debitur, sedangkan dari sisi permintaan ada 3.810 debitur. Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah debitur KPP terbanyak.

KPP sendiri merupakan kredit yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik individu maupun badan usaha. Dana KPP dapat digunakan untuk pembelian tanah, bahan bangunan, serta pengadaan barang dan jasa yang diperlukan dalam pembangunan rumah. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat sektor perumahan dan memfasilitasi akses hunian bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha yang membutuhkan tempat tinggal untuk mendukung kegiatan mereka.

Exit mobile version