DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kenaikan Harga BBM

[original_title]

Asman.ac.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menekankan pentingnya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap tekanan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026 yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak dunia. Dalam keterangannya di Jakarta, Lamhot mengungkapkan bahwa meskipun kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga BBM saat ini layak diapresiasi, situasi fiskal yang mendatang mengharuskan adaptasi untuk menjaga stabilitas anggaran.

Ia menyebutkan lonjakan harga minyak global, yang kini mencapai 140 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi APBN yang hanya 70 dolar AS. Kenaikan harga ini, menurut Lamhot, dapat menambah beban APBN hingga Rp6 triliun untuk setiap 1 dolar AS kenaikan harga, berpotensi menyebabkan kerugian signifikan.

Eskalasi konflik di Timur Tengah, serta potensi gangguan distribusi energi global, juga menjadi faktor pemicu kenaikan harga minyak. Lamhot menggarisbawahi bahwa penyesuaian harga BBM harus dipahami sebagai tindakan strategis guna menopang beban APBN yang semakin berat, bukan sekadar sebagai langkah populis.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tanpa penyesuaian harga, ada risiko subsidi dan kompensasi energi akan meningkat drastis, menambah tekanan terhadap ketahanan fiskal negara. Lamhot sepakat dengan pendapat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menekankan perlunya kebijakan responsif terhadap dinamika global.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan untuk meminimalkan dampak dari kebijakan tersebut. Lamhot mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memahami konteks global yang mendasari kebijakan energi demi menjaga ketahanan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *