Asman.ac.id – Kepala Badan Pengatur BUMN, Dony Oskaria, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia, dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan. Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Dony menyatakan bahwa BUMN harus menciptakan nilai yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat bersama pejabat tinggi Badan Pengatur BUMN pada hari Kamis. Pertemuan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengarahkan kebijakan dan memperkuat peran BUMN menghadapi tantangan pembangunan yang terus berubah. Dony menjelaskan, BP BUMN berfungsi sebagai pendukung yang mengembangkan talenta, mendorong inovasi, dan menjamin tata kelola yang akuntabel.
Dony mengungkapkan bahwa penguatan fondasi BUMN sangat penting agar badan usaha ini lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dinamika global. Penguatan ini dimaksudkan untuk menciptakan BUMN yang bukan hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sebelumnya, pada pelantikan pejabat eselon I dan II di Jakarta pada tanggal 24 Februari, Dony juga menyatakan bahwa BP BUMN tengah mempersiapkan restrukturisasi besar untuk menyederhanakan jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 menjadi sekitar 200-300 entitas. Proses ini mencakup langkah-langkah seperti merger, divestasi, dan likuidasi, yang dianggap sebagai restrukturisasi terbesar dalam sejarah BUMN.
Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah jabatan agar BUMN dapat lebih transparan dan akuntabel serta dapat diwariskan dengan baik untuk generasi mendatang.