Site icon asman.ac.id

Farhat Abbas Sebut Isu Ijazah Jokowi Ada Unsur Politik dan Ekonomi

[original_title]

Asman.ac.id – Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai oleh praktisi hukum Farhat Abbas memiliki muatan politis dan motif ekonomi. Hal ini disampaikan Farhat dalam program Interupsi yang ditayangkan oleh iNews TV pada Kamis, 29 Januari 2026.

Farhat menegaskan bahwa isu ini tidak lepas dari kepentingan politik tertentu. Ia menyoroti kasus gugatan perdata mengenai ijazah Jokowi yang diajukan oleh eks Wakil Menteri Desa, Paiman Raharjo, dan menyarankan penyelesaian melalui pendekatan restorative justice. Dalam konteks ini, Farhat mencatat bahwa dalam sidang mediasi tersebut, ketiga pihak, termasuk Bambang Suryadi Bitor dan Hermanto, telah mencapai kesepakatan perdamaian. Mereka juga mencabut tuduhan terkait ijazah Jokowi yang dianggap dibuat di Pasar Pramuka.

Lebih lanjut, Farhat mengungkapkan bahwa ketidakhadiran mantan Menpora Roy Suryo dalam forum mediasi membuat kesempatan untuk mengklarifikasi ijazah Jokowi menjadi terlewat. Menurutnya, jika semua pihak hadir untuk membahas isu tersebut, maka persoalan ini dapat segera teratasi. “Tahun ini, isu tersebut sangat mencolok, terutama saat mendekati pemilu,” kata Farhat.

Kesimpulannya, Farhat menjelaskan bahwa isu dugaan ijazah palsu ini merembet ke ranah politik yang lebih luas, menunjukkan bagaimana hukum dan politik dapat saling terkait. Ia menekankan pentingnya transparansi dan dialog terbuka dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan integritas kepemimpinan negara.

Exit mobile version