Asman.ac.id – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali telah merancang tata kelola baru untuk pariwisata di Pulau Dewata dengan fokus pada pengalaman wisatawan. Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang terintegrasi, mulai dari kedatangan di bandara hingga pengalaman di destinasi.
Dalam penjelasannya di Kabupaten Badung, Senin, Gus Agung mengungkapkan bahwa evaluasi saat ini tidak hanya mengandalkan angka kunjungan, melainkan pada pengalaman yang dirasakan wisatawan. Para pelancong mencari kenyamanan dan kualitas layanan yang tinggi selama berada di Bali. Jika layanan tidak memenuhi harapan, mereka cenderung tidak akan kembali.
GIPI Bali menyatakan bahwa tantangan utama kini adalah memastikan pengalaman wisatawan agar mereka ingin kembali, bukan hanya sekadar menjangkau jumlah kunjungan. Selama ini, industri lebih menekankan pada promosi, sedangkan pengelolaan pengalaman juga perlu menjadi perhatian.
Strategi baru mencakup manajemen pengalaman yang dimulai sejak kedatangan di bandara. Selain itu, destinasi Bali akan dibagi menjadi zona tenang, budaya, rekreasi, dan petualangan untuk memperbaiki distribusi kepadatan wisatawan. Kebersihan dan keselamatan destinasi juga menjadi titik fokus, di mana standar ISO akan diterapkan untuk menjaga kualitas layanan.
Gus Agung menjelaskan bahwa meskipun jumlah wisatawan tetap sama atau meningkat, pihaknya berupaya mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Bali dapat mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi wisata.