Site icon asman.ac.id

Harga Emas Dunia Diprediksi Capai Ratusan Juta di 2030

[original_title]

Asman.ac.id – Proyeksi harga emas di pasar global dapat mencapai angka 10.000 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ons pada tahun 2030. Hal ini disampaikan oleh Dr. Hans Kwee, seorang ekonom keuangan dan praktisi pasar modal, dalam acara edukasi wartawan di Jakarta pada Jumat. Dikatakannya, pada tahun ini saja, harga emas ditargetkan bisa menembus level 5.400 dolar AS per troy ons.

Hans Kwee menjelaskan bahwa berbagai faktor akan menjadi pendorong kenaikan harga emas, antara lain kondisi perekonomian global yang melemah, kebijakan moneter yang akomodatif, dan risiko geopolitik yang meningkat. Selain itu, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, ekspektasi penurunan nilai dolar AS, serta permintaan yang kuat dari sektor swasta juga turut berkontribusi.

Kepada para wartawan, ia menambahkan bahwa ketegangan geopolitik saat ini mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman. Fenomena ini mulai terlihat setelah konflik Rusia dan Ukraina, di mana penggunaan dolar Rusia dibekukan, membuat dunia menyadari pentingnya diversifikasi aset.

Selain itu, perubahan dinamika dagang, terutama setelah kepemimpinan Donald Trump, menyebabkan banyak investor meninggalkan instrumen mata uang dolar AS dan beralih ke emas. Hans mengungkapkan bahwa beli emas bukan hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh bank sentral di berbagai negara.

Berdasarkan analisis dari lembaga keuangan besar seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas diramalkan akan meningkat 20 persen dalam tahun ini. Baru-baru ini, harga emas dunia mencatat rekor tertinggi di angka 4.957,10 dolar AS per troy ons, dengan sempat mencapai 4.966,59 dolar AS. Di Indonesia, harga emas Antam juga mengalami lonjakan, meningkat Rp90.000 menjadi Rp2.880.000 per gram.

Exit mobile version