Site icon asman.ac.id

Indonesia Percepat Negosiasi Tarif Dagang dengan AS

[original_title]

Asman.ac.id – Pemerintah Indonesia menempatkan penyelesaian perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) sebagai prioritas pada awal tahun 2026. Hal ini didasarkan pada posisi AS sebagai mitra dagang terbesar kedua untuk Indonesia, setelah China. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia dengan AS mencapai 28,14 miliar dolar AS pada periode Januari hingga November 2025.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan keyakinan bahwa kesepakatan dagang ini akan memberi dampak positif pada perekonomian nasional. Rancangan perjanjian akan dimulai dengan tahap penyusunan dokumen hukum yang dijadwalkan berlangsung di Washington D.C. pada 12 hingga 19 Januari 2026. Setelah proses tersebut, tim perundingan dari Indonesia dan AS akan berupaya menyusun dokumen final pada minggu ketiga Januari.

Haryo menambahkan bahwa tim perundingan dari Kemenko Perekonomian Indonesia akan melakukan pengesahan temu awal tersebut. Ia menyatakan bahwa tim tersebut dijadwalkan keberangkatan ke AS akhir minggu ini.

Dokumen perjanjian diharapkan dapat ditandatangani oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa seluruh isu dalam perjanjian sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Indonesia berkomitmen untuk membuka akses pasar bagi produk-produk AS serta mengurangi hambatan non-tarif. Di sisi lain, AS akan memberikan pengecualian tarif untuk beberapa produk unggulan Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit dan kopi. Keberhasilan perjanjian ini akan menjadi momen penting bagi hubungan perdagangan antara kedua negara.

Exit mobile version