Site icon asman.ac.id

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Tertekan

[original_title]

Asman.ac.id – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah militer Iran mengumumkan penutupan jalur vital tersebut pada Sabtu, 18 April 2026. Keputusan ini diambil hanya satu hari setelah selat tersebut dibuka kembali. Penutupan ini merupakan respons Iran terhadap klaim dari Amerika Serikat yang dianggap melanggar kesepakatan pelonggaran blokade pelabuhan.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi negara, militer Iran menegaskan, “Situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran.” Penutupan kembali ini memicu kekhawatiran di pasar global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur yang menyuplai sekitar 20% kebutuhan minyak dunia.

Sebelumnya, pasar global sempat merasakan kelegaan setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kru kapal komersial dapat beroperasi di selat tersebut, seiring dengan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pernyataan tersebut membuat harga minyak mentah Brent turun hingga 9,07 persen ke posisi USD 90,38 per barel pada Jumat, 17 April 2026.

Namun, optimisme pasar yang memicu lonjakan indeks saham di bursa Eropa, seperti DAX Jerman dan CAC 40 Prancis, seketika lenyap setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa blokade Angkatan Laut AS akan tetap berlangsung sampai tercapainya kesepakatan nuklir yang menyeluruh. Penutupan Selat Hormuz ini jelas berpotensi menyebabkan lonjakan harga energi global, yang pastinya akan berimplikasi langsung terhadap perekonomian negara-negara pengguna energi.

Exit mobile version