Site icon asman.ac.id

Israel Serang Ratusan Lokasi di Dahiyeh, 254 Tewas dalam 10 Menit

[original_title]

Asman.ac.id – Eskalasi militer di Timur Tengah semakin meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4). Serangan ini menjadi babak baru dalam kekerasan yang terjadi di tengah upaya diplomasi global, mengakibatkan banyak korban jiwa dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Menurut laporan koresponden, serangan tersebut menyebabkan ledakan keras dan munculnya asap hitam dari lokasi yang diserang. Dahiyeh, yang dikenal sebagai basis pendukung kelompok Hizbullah, menjadi titik fokus serangan tersebut. Tentara Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 100 lokasi strategis hanya dalam waktu 10 menit, mencakup area yang luas dari Beirut sampai wilayah selatan Lebanon.

Serangan ini tercatat sebagai yang terbesar sejak dimulainya konflik terbuka antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret lalu. Data terkini mencatat lebih dari 254 jiwa terkorban, termasuk 92 orang di Beirut akibat serangan tersebut. Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menekankan bahwa aksi ini merupakan agresi Israel terhadap warga sipil.

Menariknya, serangan ini berlangsung hanya sehari setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membuka jalan untuk kesepakatan damai, tetapi serangan ini berpotensi merusak kepercayaan dalam negosiasi di masa mendatang.

Dampak dari konflik ini juga meluas ke berbagai sektor, seperti gangguan penerbangan internasional dan krisis energi global akibat pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz oleh Iran. Jika ketegangan tidak segera diredam, komitmen gencatan senjata yang telah dibahas dapat mengalami kesulitan untuk dilaksanakan.

Exit mobile version