Site icon asman.ac.id

Keberanian Menguji Diri di Padang Gurun Utah dalam Lomba Sepeda Gunung

[original_title]

Asman.ac.id – Red Bull Rampage kembali menggelar kompetisi ekstrem bagi para penggemar sepeda gunung di padang gurun Utah, Amerika Serikat, pada 19 Oktober lalu. Acara bergengsi ini mempertandingkan 18 freerider terbaik dunia yang berani menantang batas kemampuan mereka di medan berbahaya. Peserta perlu mengkombinasikan kecepatan tinggi dengan trik udara liar untuk meraih poin di lintasan yang penuh tantangan.

Dikenal sebagai salah satu ajang paling gila di dunia sepeda gunung, Red Bull Rampage menawarkan tantangan serius di mana satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Beberapa fitur lompatan dalam lomba bahkan mencapai lebih dari 100 kaki, setara dengan melompat dari gedung sepuluh lantai. Kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan, tetapi juga keberanian para peserta.

Indonesia juga pernah mencatatkan prestasi di acara ini. Merek sepeda Polygon dari Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil meraih juara pada edisi 2015 dan 2017. Pada tahun ini, Polygon kembali berpartisipasi bersama pendatang baru asal AS, Luke Whitlock. Dalam perlombaan tersebut, perhatian banyak orang tertuju pada Whitlock yang mengalami kecelakaan parah pada putaran pertama. Meski jatuh dan mengalami cedera, ia menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan melanjutkan lomba di putaran kedua.

“Run pertama tidak berjalan sesuai rencana. Setelah hari yang berat, saya bersyukur masih dalam keadaan sehat. Tangan saya memang terasa sakit, jadi saya memilih bermain aman dan menyelesaikan lomba untuk para penggemar. Ini adalah bagian dari seni kompetisi, dan saya tidak sabar untuk kembali,” ungkap Whitlock di media sosialnya pada 8 November.

Perlombaan ini tidak hanya menampilkan keberanian dan skill, tetapi juga menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para atlet dalam meraih mimpi mereka.

Exit mobile version