Site icon asman.ac.id

Kolaborasi Budi Daya Melon Hidroponik Dukung Ketahanan Pangan Ternate

[original_title]

Asman.ac.id – Budidaya melon hidroponik di Ternate, Maluku Utara, menjadi sorotan setelah petani Fandi Johar menunjukkan keberhasilannya dalam mengembangkan jenis melon sweet lavender. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Gambesi, di mana Fandi menggunakan sistem hidroponik modern di lahan seluas sekitar 180 meter persegi.

Dalam sebuah panen, lahan tersebut dapat menghasilkan sekitar 300 kilogram melon setiap 70 hari dengan kapasitas penanaman sebanyak 560 pohon. Melon yang dihasilkan kemudian dipasarkan melalui sistem agrowisata, dengan harga jual mencapai Rp50 ribu per kilogram.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi urban farming yang mendukung ketahanan pangan di kawasan tersebut. Fandi menjelaskan bahwa metode hidroponik memungkinkan pertumbuhan tanaman yang optimal dan meminimalisir penggunaan lahan, yang menjadi kebutuhan penting di tengah pertumbuhan populasi dan keterbatasan lahan pertanian.

Budidaya hidroponik juga menawarkan keuntungan dalam hal efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Dengan penerapan teknologi modern, kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil yang baik, tetapi juga berkontribusi terhadap edukasi masyarakat mengenai pertanian yang berkelanjutan.

Fandi berharap kegiatan ini dapat menginspirasi petani lain untuk mengadopsi metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan potensi yang ada, diharapkan budidaya melon hidroponik di Ternate dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan ketahanan pangan melalui pertanian yang inovatif.

Exit mobile version