Menhan Inggris Bicarakan Rencana Culik Putin, Kremlin Reaksi Sinis

[original_title]

Asman.ac.id – Rencana Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, untuk menculik Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuai kecaman dari Kremlin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengejek pernyataan Healey yang disampaikan dalam wawancara dengan Kyiv Independent, menyebutnya sebagai “fantasi cabul” yang tidak layak dibahas. Healey menyatakan, jika diberi kesempatan, ia ingin “menahan Putin” untuk mempertanggungjawabkan dugaan “kejahatan perang,” termasuk isu penculikan anak-anak Ukraina.

Pernyataan kontroversial ini muncul dalam konteks ketegangan internasional yang semakin meningkat. Pasca serangan mendalam yang diluncurkan oleh AS di Venezuela, di mana Presiden Nicolas Maduro juga mengalami upaya penculikan, retorika politik mulai meruncing di berbagai belahan dunia. Healey menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah untuk menuntut akuntabilitas dari Putin terkait konflik di Ukraina.

Zakharova, dalam wawancaranya dengan ‘TV Center’, mengkritik ungkapan Healey sebagai contoh dari pandangan sempit dan tindakan sembrono para pemimpin Inggris. Ia menekankan bahwa rencana semacam itu tidak hanya mencerminkan ketidakmatangan, tetapi juga menambah ketegangan dalam hubungan internasional.

Situasi ini menegaskan betapa tingkat ketegangan yang meningkat antara negara-negara besar dapat memicu pernyataan yang provokatif dan saling ejek, yang berpotensi merusak diplomasi. Ketegangan antara Rusia dan Barat terus berlanjut, dan dinamika ini menjadi penting untuk diperhatikan dalam konteks geopolitik global saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *