Asman.ac.id – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, baru-baru ini menyatakan bahwa Israel merupakan hambatan terbesar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan bahwa Israel memanfaatkan pengaruhnya dalam politik Amerika Serikat untuk meneruskan konflik, terutama di tengah kondisi perang yang berlangsung. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam sebuah siaran langsung di televisi Turki, di mana Fidan mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak serius perang ini terhadap stabilitas regional dan politik global.
Fidan menyatakan bahwa tujuan utama Turki saat ini adalah mencegah meluasnya konflik dan mengendalikan eskalasi situasi, menjaga agar Turki tidak terjebak dalam perang. Ia juga menegaskan bahwa Israel tetap menjadi penghalang utama dalam mencapai perdamaian di wilayah tersebut. Selain itu, Fidan mendorong perlunya gencatan senjata segera dan penyelesaian diplomatik untuk mengakhiri kekerasan yang berkepanjangan.
Lebih lanjut, Fidan memperingatkan bahwa jika Israel melihat kesempatan untuk memperdalam konflik berdasarkan perhitungan strategisnya, maka langkah tersebut dapat terus diambil. Ia mencatat bahwa situasi politik domestik di AS menjelang pemilu mendatang meningkatkan tekanan pada pemerintah AS, yang berusaha mencapai tujuan militer berkaitan dengan Iran dan infrastruktur pertahanan lainnya.
Fidan juga mencatat bahwa ketidakpuasan publik di AS dan komunitas internasional semakin meningkat terkait dengan alasan berlanjutnya perang yang berakibat pada ancaman terhadap ekonomi global. Ia menekankan bahwa untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, AS harus bersedia menggunakan pengaruhnya terhadap Israel dengan lebih tegas. Jika tidak, stabilitas jangka panjang dan pemulihan kawasan akan terganggu.