Site icon asman.ac.id

Netanyahu Perintahkan Negosiasi dengan Lebanon Setelah Serangan 303 Orang

[original_title]

Asman.ac.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengambil langkah untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon setelah serangan militer yang mengakibatkan kehilangan 303 nyawa di negara tersebut. Instruksi ini disampaikan pada hari Kamis, 10 April 2023, sehari setelah insiden mematikan yang disebut oleh warga Beirut sebagai “pembantaian Rabu kelam.”

Netanyahu menegaskan bahwa negosiasi tersebut merupakan respons terhadap permintaan dari Lebanon untuk segera membuka dialog. “Mengingat permintaan berulang Lebanon, saya telah menginstruksikan kabinet untuk memulai negosiasi dengan Lebanon sesegera mungkin,” ucap Netanyahu. Fokus utama dari perundingan ini, menurutnya, adalah pelucutan senjata kelompok Hizbullah dan upaya membangun hubungan damai antara kedua negara.

Negosiasi ini akan dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, namun belum ada kepastian mengenai siapa yang akan memimpin delegasi Lebanon. Beberapa media lokal menyebutkan kemungkinan duta besar Lebanon untuk Washington, Nada Mouawad, atau mantan duta besar Simon Karam sebagai kandidat.

Meski mengumumkan rencana negosiasi, Israel menolak untuk menghentikan serangan yang berlangsung di Lebanon. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa pembicaraan dijadwalkan akan berlangsung “di bawah tembakan,” sementara Beirut mendesak untuk dilaksanakannya gencatan senjata sebelum memulai dialog formal.

Situasi ini mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung di kawasan, di mana masyarakat internasional terus mengawasi perkembangan yang dapat memengaruhi stabilitas di Timur Tengah.

Exit mobile version