Site icon asman.ac.id

Potensi Penyebaran Ebola di Indonesia Terbilang Rendah

[original_title]

Asman.ac.id – Peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengungkapkan bahwa potensi penyebaran Ebola di Indonesia saat ini sangat rendah. Ia menekankan kepada masyarakat agar tidak panik, meskipun tetap perlu menerapkan perilaku hidup sehat. Menurut Dicky, risiko penyebaran Ebola di Indonesia berada dalam kategori rendah hingga menengah, meskipun masih ada potensi untuk penularan, yang tidak signifikan.

Dicky menjelaskan perbedaan mendasar antara virus Ebola dan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Ebola tidak menular melalui udara tetapi membutuhkan kontak erat melalui cairan tubuh, sehingga transmisi virus ini lebih lambat. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko, seperti tingginya mobilitas internasional, urbanisasi di Afrika, serta konflik bersenjata yang menghalangi upaya isolasi. Ia mengidentifikasi risiko masuknya virus ke Indonesia melalui penerbangan internasional, pekerja migran, pelaut, dan pelaku perjalanan bisnis.

Meski risiko penularan Ebola tetap ada, Dicky berpendapat bahwa kemungkinan terjadinya transmisi luas di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan dengan COVID-19 atau Influenza. Biasanya, jika terjadi epidemi, penanganan akan lebih cepat dan mudah dilakukan jika terdeteksi lebih awal.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang mendunia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika melaporkan sudah ada 13 kasus konfirmasi Ebola, serta 246 kasus yang belum terkonfirmasi, di samping penyelidikan terhadap kemungkinan kematian terkait wabah ini di 65 orang lain.

Exit mobile version