Site icon asman.ac.id

Produksi Gula Meningkat, Konsumsi Rumah Tangga Menurun

[original_title]

Asman.ac.id – Produksi gula nasional mengalami peningkatan signifikan, sementara konsumsi gula menunjukkan penurunan. Menurut Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budi Utomo Harmadi, hal ini mencerminkan perbaikan ketahanan pangan dan perubahan pola konsumsi masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Sonny mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, produksi gula nasional diperkirakan mencapai 2,67 juta ton, meningkat dari 2,47 juta ton pada tahun 2024 dan 2,23 juta ton pada tahun 2023. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan luas panen tebu yang mencapai 563.000 hektar, naik dari 521.000 hektar pada tahun sebelumnya. Provinsi yang menjadi pusat produksi tebu meliputi Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Di sisi lain, konsumsi gula rumah tangga tercatat sekitar 1,4 juta ton, menunjukkan tren penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Sonny menegaskan bahwa konsumsi gula per kapita kini berkisar 5,15 kilogram per tahun. Penurunan ini diyakini akibat meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan pergeseran konsumsi menuju makanan olahan industri.

Sektor industri menjadi pengguna utama gula dengan volume hampir 3,9 juta ton, diikuti oleh sektor hotel, restoran, dan katering yang menyerap lebih dari 970.000 ton. Meskipun produksi gula dalam negeri meningkat, Indonesia masih harus mengimpor sebanyak 3,93 juta ton gula pada tahun 2025, dengan pemasokan utama dari Brasil, Thailand, dan Australia. Total penggunaan gula nasional pada tahun tersebut mencapai 6,33 juta ton, mencerminkan tingginya kebutuhan di berbagai sektor ekonomi.

Exit mobile version