Asman.ac.id – Donald Trump Junior, putra dari mantan Presiden Amerika Serikat, terlibat sebagai salah satu investor dalam proyek tambang mineral langka yang berlokasi di Greenland. Proyek ini fokus pada eksploitasi unsur tanah jarang yang memiliki peran penting dalam berbagai produk teknologi, mulai dari telepon seluler hingga mobil listrik.
Kegiatan tambang ini terpusat di Qaqortoq, sebuah kota di sisi selatan Greenland. Di lokasi tersebut terdapat deposit Tanbreez, yang terdiri dari beberapa elemen kritis seperti tantalum, niobium, dan zirkonium. Mineral-mineral tersebut dominan digunakan dalam industri global dan saat ini, ektraksi dan pemurniannya masih didominasi oleh Tiongkok.
Perusahaan yang berwenang untuk melakukan eksploitasi, Critical Metals, telah menandatangani kontrak untuk membagi hasil produksinya. Sebanyak 37,5% akan dijual ke Eropa, 37,5% ke Amerika Serikat, dan 25% ke Arab Saudi. Critical Metals berkantor pusat di New York dan terdaftar di bursa saham NASDAQ. Namun, kepemilikannya sebagian besar dipegang oleh European Lithium Limited yang berbasis di wilayah seberang laut Inggris.
Melalui strategi investasi yang cermat, kelompok invesasi yang juga termasuk Trump Junior, berusaha mengakuisisi saham Tanbreez secara signifikan. Pada 2025, mereka berencana untuk membeli antara 8% dan 12% dari saham yang dimiliki oleh European Lithium Limited.
Proyek ini tidak hanya penting bagi para investor, namun juga mencerminkan potensi keuntungan besar yang dapat diperoleh di tengah dukungan pemerintah Amerika Serikat. Critical Metals saat ini memakai momentum tingginya harga saham, mencatatkan kenaikan drastis hingga 217% sejak awal tahun.