Site icon asman.ac.id

Tangis Haru Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri

[original_title]

Asman.ac.id – Kecelakaan kereta di Bekasi Timur menimbulkan kepanikan di kalangan keluarga korban yang berbondong-bondong menuju RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka berharap mendapatkan kepastian mengenai nasib orang-orang terkasih yang diduga terlibat dalam insiden antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang.

Suasana duka dan kebingungan menyelimuti lokasi, dengan banyak anggota keluarga yang tampak lesu dan beberapa di antaranya menangis menanti informasi terbaru. Mereka berkumpul di ruang Pos Antemortem, menyerahkan berbagai data identifikasi seperti foto dan KTP untuk membantu proses verifikasi korban.

Watarisin, seorang pengunjung berusia 70 tahun, menanti kepastian mengenai keponakannya, Vica Acnia Pratiwi, yang berusia 23 tahun. Ia menjelaskan bahwa Vica tidak memberi kabar setelah pulang kerja dan bahwa saudaranya dari Bekasi meminta untuk memeriksa kondisi Vica ke rumah sakit. Sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan yang didapatkan mengenai keponakannya, meskipun Watarisin telah melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses identifikasi oleh tim DVI.

“Saya cek ke forensik. Katanya diarahkan ke sini,” ungkap Watarisin dengan wajah penuh harapan, sambil menunggu kepastian. Kejadian tragis ini menyoroti pentingnya proses identifikasi cepat agar keluarga dapat mengetahui keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang. Proses tersebut menjadi harapan bagi banyak orang yang terjebak dalam ketidakpastian atas musibah yang baru saja melanda.

Exit mobile version