Asman.ac.id – Rudal Iran diperkirakan mampu menjangkau benua Eropa setelah para ahli militer menilai bahwa negara tersebut telah mengaplikasikan teknologi peluncuran satelit dalam pengembangan rudalnya. Dengan demikian, rudal balistik Iran kini memiliki jangkauan lebih dari 4.000 km, sebuah kapasitas signifikan yang belum pernah diungkapkan sebelumnya.
Dalam suatu kejadian akhir pekan lalu, Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah ke pangkalan militer Diego Garcia, yang merupakan fasilitas bersama Amerika Serikat dan Inggris di Samudera Hindia. Pangkalan tersebut terletak sekitar 4.000 km dari Iran, yang dua kali lipat dari batas jangkauan 2.000 km yang sebelumnya diclaim oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Peluncuran ini mencurigakan karena Diego Garcia merupakan salah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris bagi AS dalam upayanya melawan Iran. Insiden ini dapat memaksa AS dan sekutu untuk meninjau kembali posisi strategisnya di wilayah itu.
Jenderal cadangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Ran Kochav menyatakan bahwa rudal balistik yang diluncurkan Iran, dengan jangkauan 4.000 km, diduga menggunakan proses peluncuran dua tahap mirip peluncuran satelit. Meski kedua rudal yang diluncurkan tidak menyebabkan kerusakan, satu dilaporkan mengalami kerusakan, sementara yang lain diduga berhasil dicegat, meskipun informasi tersebut belum diverifikasi.
Sementara itu, Komandan Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa dengan kemampuan tersebut, kota-kota besar Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma kini berada dalam ancaman langsung. Dalam analisisnya, Kochav juga menunjukkan bahwa kemungkinan rudal yang digunakan merupakan versi modifikasi dari rudal R-27 era Soviet yang dapat diluncurkan dari platform darat, menambah kompleksitas ancaman dari Iran.