Site icon asman.ac.id

Wamen Helvi Soroti Penguatan Ekosistem untuk UMKM

[original_title]

Asman.ac.id – Penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama yang disampaikan oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, dalam acara Holding UMKM Expo 2025, yang berlangsung di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada Senin, 22 Desember. Helvi menekankan perlunya konektivitas rantai pasok dan digitalisasi layanan agar UMKM mampu berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian nasional.

Helvi mengungkapkan bahwa UMKM seringkali terhalang oleh kendala akses pasar, meskipun kebutuhan akan produk mereka dari industri besar terus meningkat. Program Holding UMKM diharapkan dapat menjembatani kesenjangan ini dengan menciptakan efisiensi biaya produksi dan meningkatkan kapasitas UMKM untuk bersaing di pasar domestik maupun global.

Acara expo ini juga bertujuan untuk memperluas akses pasar bagi UMKM serta mendongkrak nilai tambah produk melalui hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan merek. Berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi, lembaga pembiayaan, dan badan standardisasi, dilibatkan dalam skema ini untuk mendorong kolaborasi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM juga meluncurkan Buku Putih Holding UMKM. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan dengan memuat model kemitraan berbasis klaster yang mendukung fungsi inkubasi, agregasi, dan distribusi.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi dan seleksi terhadap usaha menengah yang siap berperan sebagai operator dalam skema Holding UMKM. Rencana ke depan mencakup pembentukan klaster untuk industri olahraga, pertambangan, dan kesehatan pada tahun 2026, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk UMKM.

Exit mobile version