Angkutan Lebaran dan Rancangan Perpres Penyelamatan Pangan

[original_title]

Asman.ac.id – Berita terkini mengenai pergerakan dalam bidang ekonomi menunjukkan bahwa Angkutan Lebaran 2026 berpeluang melampaui perkiraan survei sebelumnya. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan hal tersebut di Bandarlampung pada Selasa, 17 Februari 2026. Dia memperkirakan, jumlah masyarakat yang akan bergerak pada periode Lebaran mencapai 143,9 juta orang, meskipun angka ini sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Dalam perkembangan lain, Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengajak masyarakat untuk mengonsumsi kebutuhan pokok secara bijak selama bulan Ramadhan, guna menjaga stabilitas pasar. Ketua FKBI, Tulus Abadi, menekankan pentingnya menghindari perilaku berlebihan seperti panic buying, yang dapat mengakibatkan lonjakan harga dan kelangkaan barang.

Di sisi investasi, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyambut dua investor asing asal Maroko dan Australia yang akan berkontribusi dalam pembangunan akomodasi pariwisata pada awal tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Helmi Qazwaini, di lokasi yang sama.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengonfirmasi bahwa situasi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, berlangsung aman dan damai. Dia menjelaskan, kondisi stabil ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Tak kalah penting, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga mengumumkan telah menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Penyelamatan Pangan. Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Yusra Egayanti, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *