Asman.ac.id – Kapal selam nuklir Inggris, HMS Anson, melaksanakan latihan perang di Australia sebagai bagian dari komitmen yang kuat terhadap pakta AUKUS. Kapal selam sepanjang 97 meter tersebut tiba di pangkalan angkatan laut di Australia Barat pada Minggu lalu untuk kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama sebulan. Kunjungan ini dianggap sebagai simbolisasi dari kerjasama pertahanan tri-nasional antara Inggris, Australia, dan Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyebut kehadiran HMS Anson sebagai langkah bersejarah untuk meningkatkan kesiapan Australia dalam mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Sekitar 100 awak akan menjalani pelatihan dan pemeliharaan selama kedatangan kapal selam tersebut, yang dipersenjatai dengan torpedo dan rudal serang darat. Menurut Wakil Komisaris Tinggi Inggris untuk Australia, Brian Jones, latihan bersama ini memberikan kesempatan penting bagi Australia untuk memperluas pengalaman dalam pengoperasian kapal selam nuklir.
Kedua negara juga dijadwalkan untuk melaksanakan uji coba program AUKUS Pilar 2 selama HMS Anson beroperasi di perairan Australia. Program ini merupakan bagian dari perjanjian trilateral yang di tanda tangani pada tahun 2021, di mana Australia diharapkan untuk mendapatkan delapan kapal selam bertenaga nuklir dalam dekade mendatang. Pengiriman kapal selam pertama diperkirakan akan dimulai pada tahun 2032.
Dalam pengumuman terbaru, pemerintah Australia juga mengalokasikan dana sebesar USD 21,2 miliar untuk membangun fasilitas galangan yang akan mendukung pembangunan kapal selam tersebut. Dengan adanya langkah-langkah ini, Australia berupaya memantapkan posisi strategisnya di kawasan, terutama dalam konteks keamanan maritim.