Tafsir Angka Pertumbuhan Ekonomi NTB yang Menarik Perhatian

[original_title]

Asman.ac.id – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berada pada titik penting, mengalami transisi dari ketergantungan pada sektor tambang menuju diversifikasi ekonomi. Pelabuhan Benete di Kabupaten Sumbawa Barat memperlihatkan geliat ekonomi, dengan aktivitas bongkar muat yang meningkat seiring kembalinya kapal kargo bersandar setelah beberapa bulan lesu. Kondisi ini memberikan harapan baru bagi perekonomian lokal.

Di Lombok Tengah, petani juga sedang memanen padi dengan hasil yang signifikan. Kedua fenomena ini menunjukkan perubahan dalam struktur ekonomi NTB, antara tradisi lama dan upaya pembaruan yang dilakukan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi NTB untuk tahun 2025 sebesar 3,22 persen, menurun dari 5,30 persen di tahun sebelumnya, yang memicu diskusi di kalangan ekonom.

Beberapa analis melihat penurunan ini sebagai tanda perlambatan, sementara yang lain menganggapnya sebagai fase transisi. Selama triwulan I dan II 2025, ekonomi NTB terkontraksi masing-masing 1,43 persen dan 1,12 persen, disebabkan oleh penurunan tajam dalam produksi tambang akibat kebijakan larangan ekspor tembaga dan masalah operasional di smelter.

Namun, menjelang akhir tahun, ekonomi NTB mengalami lonjakan hingga 12,49 persen di triwulan IV, dengan sektor industri pengolahan tumbuh drastis sebesar 137,78 persen. Kembali beroperasinya smelter tembaga di Sumbawa Barat menjadi pendorong utama, membuat ekspor barang dan jasa meningkat lebih dari 100 persen.

Dengan tren ini, NTB menunjukkan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis pengolahan mulai memberikan dampak positif, meski masih terdapat tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *