Asman.ac.id – Iran memberi sinyal akan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai dampak dari ketegangan geopolitik yang terjadi, terutama setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat baru-baru ini. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa kondisi terkini membuat peluang timnas Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut semakin menipis.
Dalam keterangan persnya, Taj menekankan bahwa meskipun keputusan akhir ada di tangan otoritas olahraga, situasi yang tidak mendukung ini memberi dampak signifikan pada kesiapan tim. “Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, tampaknya kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia,” ujarnya.
Keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia memang sudah terancam sebelum pernyataan ini, dipicu oleh kebijakan pembatasan perjalanan yang dikeluarkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Hal ini menyebabkan beberapa pejabat Iran tidak mendapatkan visa, sehingga negara tersebut sempat memboikot undian fase grup yang dijadwalkan akhir 2025.
Iran dijadwalkan berada di Grup G, melakukan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat, termasuk menghadapi timnas Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di beberapa kota besar seperti Los Angeles dan Seattle. Namun, dengan adanya ketegangan yang kian meningkat, persiapan tim bagi turnamen sepak bola terbesar ini semakin diragukan, apalagi kompetisi domestik di Iran juga dihentikan sementara.
Ketidakpastian ini membuat banyak pihak khawatir mengenai partisipasi Iran di Piala Dunia mendatang, terutama dengan latar belakang konflik yang terjadi dalam dunia internasional saat ini.