Asman.ac.id – Akupunktur medis telah diakui sebagai metode yang efektif untuk mendukung penuaan yang sehat (anti-aging) dan kesejahteraan tubuh. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Rina Nurbani, seorang spesialis akupunktur, dalam seminar “Complete Medical Aesthetic and Wellness, Led by Specialist”.
Rina menjelaskan bahwa akupunktur medis tidak hanya dipandang sebagai pengobatan alternatif, tetapi telah terintegrasi dengan praktik kedokteran konvensional melalui uji klinis yang ketat. Dia menyoroti bahwa akupunktur, yang berasal dari kata “acuc” (jarum) dan “puncture” (penusukan), sekarang menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional di berbagai negara, dengan dukungan dari World Health Organization (WHO).
Dalam mekanisme kerjanya, akupunktur memicu cell signaling dengan merangsang titik-titik tertentu di tubuh. Proses ini memengaruhi fungsi neuro, endokrin, dan imun, yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan tubuh atau homeostasis. Ketika jarum dimasukkan, mediator peradangan dilepaskan, dan sinyal dikirim ke otak untuk mengatur kebutuhan hormonal tubuh.
Secara khusus dalam konteks anti-aging, Rina menjelaskan bahwa akupunktur dapat meningkatkan produksi kolagen dan elastin, memperbaiki mikrosirkulasi, serta memperbaiki tekstur kulit. Penelitian menunjukkan bahwa akupunktur tidak hanya efektif untuk peremajaan wajah, tetapi juga bermanfaat untuk kondisi lain seperti insomnia dan gangguan saraf otonom, termasuk penyakit kardiovaskular.
Praktik akupunktur modern menggunakan jarum yang lebih tipis untuk meminimalisir rasa sakit, sehingga memberikan kenyamanan bagi pasien. Dr. Rina menekankan bahwa akupunktur medis adalah pendekatan berbasis bukti yang memaksimalkan kemampuan tubuh untuk melakukan perbaikan diri tanpa penggunaan obat-obatan.