Site icon asman.ac.id

BI Pertahankan Suku Bunga 4,75% Demi Stabilitas Rupiah

[original_title]

Asman.ac.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18-19 Februari 2026. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keputusan tersebut selaras dengan fokus kebijakan saat ini, yakni memperkuat nilai tukar rupiah dan mendukung inflasi yang terkendali.

Dalam kesempatan itu, BI juga menetapkan suku bunga untuk deposit facility di angka 3,75% dan lending facility di 5,5%. Perry menjelaskan, langkah ini bertujuan mendukung pencapaian inflasi yang diharapkan tetap pada sasaran 2,5±1 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pada tanggal 18 Februari, BI mencatat bahwa nilai tukar rupiah berada di Rp16.880 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 0,56% dari akhir Januari. Perry menekankan bahwa walaupun rupiah melemah, nilai tukar tersebut masih dianggap undervalued dibandingkan dengan fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam upaya menjaga stabilitas, BI melanjutkan kebijakan pro-growth untuk mendorong pembiayaan ke sektor riil, mendukung aliran modal asing, dan mengembangkan sistem pembayaran digital. BI menerapkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit, sembari tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

BI berkomitmen untuk menggunakan berbagai strategi, seperti intervensi pasar dan penguatan sinergi dengan pemerintah, guna memastikan stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing. All this reflects a comprehensive approach to ensure economic resilience amid global uncertainties.

Exit mobile version