Asman.ac.id – Pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi menjadi fokus Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam upaya meningkatkan ketahanan energi nasional. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi yang bersih dan ramah lingkungan dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Pada hari Minggu, Wahyudi menekankan pentingnya perluasan jaringan gas dan penggunaan compressed natural gas (CNG) dari rumah tangga hingga sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap liquified petroleum gas (LPG). BPH Migas memiliki pengalaman dalam mengatur dan mengawasi pengangkutan gas bumi melalui pipa untuk menjamin distribusi yang lebih transparan dan akuntabel.
Dalam kunjungan ke wilayah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Medan, Wahyudi mengungkapkan bahwa keberadaan BPH Migas di wilayah ini merupakan langkah kongkrit dalam memastikan operasional berjalan sesuai regulasi. Wilayah PGN Sales and Operation Region (SOR) 1 meliputi Dumai, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Lampung, dengan penyaluran gas bumi hingga Januari 2026 mencapai 140,46 billion british thermal unit per day (BBTUD).
Di sector UMKM, penggunaan CNG terbukti lebih efisien, dengan penghematan mencapai 30 hingga 35 persen. Sebagai contoh, sebuah UMKM di Medan berhasil menekan biaya operasional gas dari Rp36 juta per bulan menjadi Rp26 juta setelah beralih ke CNG.
Sejalan dengan itu, pemasangan jaringan gas untuk pelanggan rumah tangga juga semakin meluas. Pelanggan jalan Sei Rokan di Medan mengaku mendapatkan penghematan biaya dibandingkan saat menggunakan gas tabung. Wahyudi mengharapkan dengan bertambahnya jumlah pelanggan, ketergantungan pada bahan bakar impor dapat berkurang.
BPH Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi guna mencapai swasembada energi nasional yang berkelanjutan.