Asman.ac.id – Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat di Teheran mengeluarkan peringatan keamanan nasional pada 6 Februari, menyarankan warganya untuk mempertimbangkan meninggalkan Iran. Peringatan ini mencuat di tengah kondisi keamanan yang tidak stabil, termasuk potensi pemadaman internet dan gangguan transportasi.
Pihak Kedutaan menekankan bahwa pemerintah AS tidak dapat memberikan jaminan bantuan kepada warga negaranya, dan akses ke jaringan seluler serta internet mungkin akan sangat terbatas. Warga negara AS disarankan untuk bersiap menghadapi situasi yang bisa berubah dan, jika memungkinkan, segera meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat.
Peringatan ini dikeluarkan bersamaan dengan meningkatnya penempatan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah serta adanya ancaman baru terhadap Iran. Dalam konteks ini, putaran baru pembicaraan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman. Masyarakat dan media di Iran mengikuti perkembangan pembicaraan tersebut dengan perhatian tinggi, meskipun skeptisisme muncul setelah putaran negosiasi sebelumnya yang tidak menunjukkan kemajuan berarti.
Statements dari beberapa warga menunjukkan harapan untuk menghindari konflik bersenjata yang lebih besar. Namun, banyak pula yang merasa bahwa kondisi hidup mereka semakin sulit akibat korupsi, inflasi, dan masalah krisis lainnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran tentang dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas di Iran, di tengah ketegangan internasional yang terus meningkat.