Site icon asman.ac.id

Hindari 10 Kebiasaan Ini untuk Keberuntungan di Tahun Kuda Emas

[original_title]

Asman.ac.id – Tahun Baru Imlek, yang telah dirayakan selama sekitar 4.000 tahun, merupakan momen penting dalam budaya Tiongkok. Perayaan yang dikenal juga sebagai Festival Musim Semi ini berlangsung selama 15 hari dengan berbagai tradisi, termasuk berkumpulnya keluarga, menyalakan kembang api, dan pembagian amplop merah. Dalam konteks ini, warna merah dan emas menjadi simbol keberuntungan dan kekayaan, sementara hitam dan putih dianggap tidak menguntungkan, karena diasosiasikan dengan berkabung.

Dalam rangka menyambut Tahun Kuda Emas, ada sepuluh hal yang sebaiknya dihindari agar tetap beruntung. Pertama, menyapu dan membuang sampah tidak dianjurkan karena dapat dianggap sebagai tindakan membawa pergi keberuntungan. Menurut kepercayaan Tiongkok, kata untuk pembawa sial secara harfiah berarti “bintang sapu,” menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah sebelum festival tanpa membuang keberuntungan. Tindakan menyapu sebaiknya dilakukan dengan arah yang menjaga keberuntungan tetap berada di dalam rumah.

Tak hanya itu, memotong rambut juga merupakan tindakan yang sebaiknya dihindari selama perayaan ini. Dalam bahasa Mandarin, kata untuk rambut berkaitan erat dengan keberuntungan dan kemakmuran. Oleh karena itu, memotong rambut bisa dianggap sebagai pemotongan rezeki.

Menjaga tradisi dan mitos selama perayaan ini menjadi kunci agar dapat merasakan keberuntungan di tahun yang baru. Dengan memahami dan menghormati kebiasaan ini, masyarakat diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Imlek dengan penuh harapan dan semangat positif.

Exit mobile version