Asman.ac.id – World Engineering Day (WED) 2026 yang diadakan di Jakarta menjadi momentum penting bagi industri rekayasa. Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menekankan bahwa smart engineering harus mampu mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat. Peringatan ini berlangsung pada 4-5 Maret 2026, dihadiri sekitar 600 delegasi dari 39 negara, termasuk menteri, akademisi, dan insinyur muda.
WED 2026 berfungsi sebagai platform strategis untuk menyatukan bidang teknik, teknologi, dan kebijakan publik, membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Acara ini menjadi sorotan karena Indonesia menjabat sebagai tuan rumah, menandai perannya dalam rekayasa global.
Habibie menjelaskan bahwa tema WED tahun ini, “SMART Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization”, menggarisbawahi pentingnya peranan rekayasa dalam pembangunan berkelanjutan. Dalam acara ini, World Federation of Engineering Organizations (WFEO) merilis pemenang WFEO Hackathon, yang menonjolkan inovasi di kalangan mahasiswa insinyur. Tim “THINK” dari American University of Sharjah, Uni Emirat Arab, terpilih sebagai pemenang di antara ribuan peserta.
Presiden WFEO, Seng-Chuan Tan, menyatakan bahwa WED 2026 akan menguatkan komunitas rekayasa global dalam kontribusinya untuk pembangunan berkelanjutan. Acara ini juga meluncurkan WFEO Institute dan meresmikan World Academy of Engineering, yang akan memberi pengakuan kepada pemimpin teknik atas kontribusi mereka.
Dalam momen penting ini, PII menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia untuk intensifikasi kolaborasi dalam perlindungan inovasi, menjadikan WED sebagai lebih dari sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai platform global untuk solusi nyata.