Asman.ac.id – PT Indospring Tbk (INDS) memperkuat ekspansi bisnis dengan menargetkan pasar Timur Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan posisi di pasar domestik menjadi salah satu yang teratas.
Direktur INDS, Bob Budiono, mengungkapkan bahwa pasar Timur Tengah menawarkan potensi besar yang sesuai dengan produk yang mereka tawarkan, terutama terkait kendaraan komersial. “Kami percaya karakteristik pasar tersebut mirip dengan Indonesia, terutama dalam hal dominasi truk Jepang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Saat ini, pemasukan perusahaan berasal dari tiga segmen utama: pasar Original Equipment Manufacturer (OEM) domestik, pasar aftermarket, dan pasar ekspor. Bob menilai diversifikasi pasar menjadi pilar penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan.
Untuk pasar domestik, perusahaan memusatkan perhatian pada produk Fastener (U-bolt) di sektor aftermarket. Selain itu, INDS juga membuka peluang investasi baru untuk memproduksi fastener non-otomotif sebagai bagian dari rencana ekspansi ke depan.
Optimisme perusahaan didukung oleh kinerja yang terus meningkat, termasuk penjualan neto yang telah mencapai Rp2,46 triliun pada kuartal III-2025. Dengan proyeksi pertumbuhan positif di industri otomotif nasional, di mana penjualan diperkirakan mencapai 850.000 unit pada 2026, INDS yakin dapat mempertahankan momentum pertumbuhan.
“Dengan strategi memperluas pasar ekspor dan memperkuat pasar domestik, kami optimis dapat mengukuhkan posisi kami di industri komponen otomotif baik domestik maupun global,” tutup Bob.