Site icon asman.ac.id

Pakar Komunikasi: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Penting

[original_title]

Asman.ac.id – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh kritis baru-baru ini menimbulkan spekulasi mengenai dampaknya terhadap demokrasi Indonesia. Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bisa berujung pada anugerah atau musibah, bergantung pada respons para tokoh setelah bertemu presiden.

Lely menilai bahwa kualitas daya kritis dari para tokoh yang hadir akan mempengaruhi hasil dari pertemuan ini. “Kita harus menunggu untuk melihat apakah pertemuan ini menjadi berkah atau musibah di kemudian hari,” ujar Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa, 10 Februari 2026. Ia menjelaskan, jika daya kritis para tokoh menurun pascapertemuan, hal ini bisa dianggap negatif. Namun, jika mereka tetap mempertahankan sikap kritis, maka pertemuan tersebut dapat bermanfaat bagi kelangsungan demokrasi.

Lebih lanjut, Lely menjelaskan bahwa setiap presiden di Indonesia memiliki gaya komunikasi politik yang unik. Ia mengaitkan hal ini dengan teori self-compassion, di mana pemimpin harus bersikap welas asih terhadap diri sendiri dan berupaya menciptakan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Konsep ini, menurutnya, juga menyisakan ruang bagi kritikan konstruktif dari berbagai pihak.

Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mengawasi pascapertemuan apakah kehadiran tokoh-tokoh tersebut dapat memperkuat atau justru melemahkan suara kritis dalam pemerintahan. Keberlanjutan demokrasi sangat tergantung pada seberapa baik para pemimpin mendengarkan dan menanggapi masukan dari masyarakat.

Exit mobile version