Site icon asman.ac.id

Perkuat Tata Kelola MBG Melalui Audit dan Transparansi

[original_title]

Asman.ac.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh pemerintah sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Namun, pelaksanaannya di lapangan menghadapi berbagai tantangan serius. Kris Tjantra, kader PDIP, menyoroti adanya insiden keracunan massal yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap standar keamanan pangan dan pengawasan program ini.

Kris menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada gagasan awal, melainkan pada tata kelola dan implementasi yang kurang efektif. Dia menjelaskan bahwa sebuah program berskala nasional tidak cukup hanya bermodal niat baik dan anggaran besar. Diperlukan adanya sistem kontrol mutu yang ketat dan pengawasan berlapis agar tujuan program dapat tercapai dengan aman.

Krisis manajemen risiko yang ada mencerminkan ketidakcocokan antara ambisi kebijakan dan realitas di lapangan. Jika hal ini tidak diperbaiki, reputasi program ini dapat terancam dan kesehatan masyarakat pun berisiko. Oleh karena itu, Kris merekomendasikan serangkaian langkah perbaikan, termasuk audit menyeluruh atas rangkaian distribusi makanan, penetapan standar nasional keamanan pangan yang seragam, serta penghentian sementara distribusi di wilayah yang bermasalah hingga evaluasi selesai.

Kris juga mendorong keterlibatan ahli gizi dan keamanan pangan independen dalam proses pengawasan serta pembentukan kanal pelaporan publik yang responsif. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, dan program sosial harus dinilai berdasarkan dampak nyata dan jaminan keamanan bagi para penerima. Dia berharap pemerintah akan menerima kritik konstruktif sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan menyeluruh dalam program ini.

Exit mobile version