Asman.ac.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan oleh Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, dalam diskusi bertema “Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa” yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat (6/3/2026). Menurut Trubus, keberlanjutan program ini sangat penting, mengingat tantangan stunting yang masih mengemuka di Indonesia.
Trubus menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ia menekankan, “Persoalan anak yang mengalami stunting diharapkan bisa terbantu melalui Program MBG, meskipun belum sepenuhnya tuntas, karena masalah ini melibatkan faktor ekonomi secara keseluruhan.”
Program MBG memberikan manfaat kepada lebih dari 61 juta orang, yang melibatkan berbagai sektor, termasuk petani, pelaku usaha mikro, dan relawan masyarakat. Dengan melibatkan banyak pihak, program ini tidak hanya membantu memperbaiki pola makan, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian lokal.
Trubus menambahkan, untuk mencapai hasil optimal dalam mengatasi stunting, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi harus terus ditingkatkan. Pentingnya penanganan masalah ini dikarenakan dampaknya tidak hanya membatasi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas di masa depan.
Oleh karena itu, lanjut Trubus, dukungan terhadap Program MBG harus dijaga dan ditingkatkan agar dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.