Asman.ac.id – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami lonjakan pesanan paket hantaran atau hampers Lebaran 2026. Peningkatan ini mencapai 40 hingga 50 persen, terutama dari konsumen di luar kota, pada awal Ramadhan 1447 H. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner Sumatera Selatan, Bunda Rayya, pada hari Sabtu.
Menurut Bunda Rayya, tren pengiriman bingkisan khas daerah mulai meningkat. Sebagian besar pemesanan berasal dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Paket yang paling diminati merupakan kombinasi antara kue tradisional dan kue kering dengan kualitas premium. Selain itu, kue tradisional khas Palembang seperti Lapis Legit, Engkak Ketan, dan Maksuba juga menjadi favorit karena daya tahan yang baik.
Kudapan ini dianggap sebagai hantaran bergengsi, mengingat proses pembuatannya yang rumit dan penggunaan bahan baku berkualitas. Tahun ini, UMKM di Palembang meluncurkan tiga paket spesial bernuansa kota suci, yaitu hampers paket Mekah, Madina, dan Jeddah. Setiap paket dirancang dengan tujuan untuk memberikan semangat kerja menjelang musim permintaan tertinggi saat Lebaran.
Dukungan logistik dan perkembangan digitalisasi berkontribusi besar terhadap maraknya pesanan. Banyak pelaku UMKM kini memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk memasarkan produk mereka. Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang inovatif sangat penting dalam meningkatkan daya saing di pasar.