Dua Kapal Pertamina Terdapat Kendala di Selat Hormuz

[original_title]

Asman.ac.id – Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan, mengingat dinamika yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Menurut Pjs Corporate Secretary PT PIS, Vega Pita, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz. Untuk memastikan keselamatan awak kapal dan keamanan muatan, PIS melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan otoritas berwenang. “Kami sedang menyiapkan rencana pelayaran yang aman demi keselamatan seluruh awak dan kapal,” jelasnya.

Vega menambahkan bahwa prioritas utama PIS adalah keselamatan semua pihak yang terlibat. Perusahaan berharap agar kondisi di Selat Hormuz dapat segera membaik sehingga kedua kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali angkatan bersenjata setelah beberapa bulan ketegangan terkait blokade oleh Amerika Serikat. IRGC menegaskan situasi di daerah tersebut akan tetap diawasi hingga kebebasan pergerakan kapal di region tersebut dipulihkan sepenuhnya.

Keberadaan kapal-kapal Pertamina di Teluk Arab menjadi sorotan di tengah ketegangan geopolitik di kawasan, di mana setiap langkah harus diambil dengan hati-hati demi menghindari potensi risiko. PIS dan pihak terkait diharapkan dapat menemukan solusi terbaik agar operasional kapal dapat berjalan dengan lancar dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *